Friday, December 7, 2018

PROGRAM KERJA LABORATORIUM



PROGRAM KERJA LABORATORIUM
A.    Visi dan Misi Laboratorium
Menurut Wibisono (2006, p. 43), visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Dengan kata lain, visi dapat dikatakan sebagai pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang.
Dalam visi suatu organisasi terdapat juga nilai-nilai, aspirasi serta kebutuhan organisasi di masa depan seperti yang diungkapkan oleh Kotler yang dikutip oleh Nawawi (2000:122), Visi adalah pernyataan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam produkdan pelayanan yang ditawarkan, kebutuhan yang dapat ditanggulangi, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita-cita masa depan. Dapat disimpulakan bahwa visi adalah cita - cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang.
            Sedangkan yang dikatakan sebagai visi laboratorium merupakan cita-cita atau impian sebuah laboratorium yang ingin diwujudkan di masa depan untuk kelestarian dan kesuksesan dari laboratorium tersebut dalamjangka panjang.
Menurut Prasetyo dan Benedicta (2004:8), Di dalam misi produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, pasar yang dilayani dan teknologi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pasar tersebut. Pernyataan misi harus mampu menentukan kebutuhan apa yang dipuasi oleh perusahaan, siapa yang memiliki kebutuhan tersebut, dimana mereka berada dan bagaimana pemuasan tersebut dilakukan.
Menurut Drucker (2000:87), Pada dasarnya misi merupakan alasan mendasar eksistensi suatu organisasi. Pernyataan misi organisasi, terutama di tingkat unit bisnis menentukan batas dan maksud aktivitas bisnis perusahaan. Jadi perumusan misi merupakan realisasi yang akan menjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggannya (Prasetyo dan Benedicta, 2004:8)
Menurut Wheelen sebagaimana dikutip oleh Wibisono (2006, p. 46-47) Misi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan tujuan atau alasan eksistensi organisasi yang memuat apa yang disediakan oleh perusahaan kepada masyarakat, baik berupa produk ataupun jasa. Jadi dapat disimpulkan bahwa Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi. Dalam operasionalnya orang berpedoman pada pernyataan misi yang merupakan hasil kompromi intepretasi Visi. Misi merupakan sesuatu yang nyata untuk dituju serta dapat pula memberikan petunjuk garis besar cara pencapaian Visi.
Dari paparan di atasdapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa misi laboratorium adalah pernyataan atau langkah tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visinya.
Berikut merupakan contoh Visi dan Misi Laboratorium Fisika,
VISI DAN MISI LABORATORIUM FISIK SMA N 1 KERINCI
VISI:
Menjadikan laboratorium fisika sebagai sarana siswa dan guru dalam proses pembelajaran melalui praktikum/penelitian,untuk menghasilkan lulusan yang bermutu dan berkompeten alam bidang fisika.
MISI :
1.      Menciptakan suasana lingkungna laboratoriumFisika yang nyaman.
2.      Memberikan pelayanan pendidikan kepada siswa denganmutu setinggi mungkin.
3.      Melengkapi sarana dan prasarana laboratorium Fisika secar kontinyu untuk menginkatkan layanan praktikum Fisika, baik dalam proses pembelajran maupun penelitian.
4.      Meningkatkan layanan laboratorium sebagai pusat kegiaan penunjang akademik, praktikum, penelitian dan pengujian bidang pendidikan fisika.
B.     Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah instrument perencanaaan strategis yang klasik. Dengan menggunakan kerangka kerja kekuatan dan kelemahan dan kesempatan ekternal dan ancaman, instrument ini memberikan cara sederhana untuk memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah strategi. Instrumen ini menolong para perencana apa yang bisa dicapai, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh mereka. Analisis ini bertujuan untuk memberikan gambaran hasil analisis keunggulan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan, organisasi atau lembaga secara menyeluruh yang digunakan sebagai dasar atau landasan. Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu:
Strengths (kekuatan)
merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
a)      Ada gedung labor yang memadai
b)      Ruangan nya cukup besar
c)      Jumlah siswa banyak
d)     Jumlah guru banyak

Weakness (kelemahan)
merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
a)      Alat labor banyak tidak terawat
b)      Belum ada teknisi dan laboran
c)      Peralatan yang kurang memadai
d)     Meja labor belum permanen

Opportunities (peluang)
merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.
a)      Lulusan MIPA banyak dibutuhkan
b)      Bidang MIPA dapat prioritas
c)      Adanya dana komite sekolah
d)     Dukungan dari pemuda

Threats (ancaman)
merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. penyusunan objective dan strategi perusahaan dalam corporate planning.
a)      Sekolah lain lebih memadai
b)      Dana pemerintah untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sangat terbatas

C.    Rencana Strategis Laboratorium
1.      Program Kerja
1.1  Rutin
1.      Pratikum siswa
Pratikum yang dilakukan siswa mempengaruhi mutu pembelajaran, untuk itu hal yang harus di lakukan adalah :
·         Membuat jadwal pratikum siswa agar tidak bertabrakan
·         Melayani setiap kegiatan pratikum siswa
·         Menyediakan alat dan bahan untuk pratikum
·         Menyiapkan penuntun pratikum untuk siswa
2.      Pemeliharaan ruang dan alat
Setelah melaksanakan kegiatan pratikum  siswa supaya dapat memelihara keutuhan sarana dan prasarana yang ada agar peralatan praktek dapat dipergunakan semaksimal mungkin. Dapat menggunakan peralatan praktek secara hati-hati dan penuh tanggung jawab serta dapat menjaga keutuhan alat-alat tersebut. Dapat mengatur dan menyimpan peralatan secara tertib serta mudah dicari apabila menggunakannya lag
3.      Pengadaan alat dan bahan
Untuk melengkapi atau mengganti alat dan bahan yang rusak, hilang, atau habis dipakai diperlukan pengadaan. Sebelum pengusulan pengadaan alat dan bahan dipikirkan hal-hal berikut:
·           Percobaan apa yang akan dilakukan
·           Alat dan bahan apa yang akan dibeli (dengan spesifikasi jelas)
·           Apakah dana tersediad. Prosedur pembelian
·           Pelaksanaan pembelian
Prosedur pengadaan alat dan bahan biasanya dimulai dengan penyusunan daftar alat dan bahan yang akan dibeli. Daftar pengusulan diperoleh dari usulan masing-masing guru IPA yang dikoordinasikan oleh penanggung jawab laboratorium. Daftar alat dan bahan yang akan dibeli dibuat berdasarkan program semester/program kegiatan laboratorium atau berdasarkan analisis LKS. Daftar alat dan bahan yang dibeli harus dilengkapi dengan spesifikasi alat dan bahan, kemudian alat dan bahan disusun berdasarkan prioritas, artinya tentukan alat dan bahan yang terlebih dahulu yang akan digunakan. Daftar alat yang akan dibeli dipisahkan dari daftar bahan. Setelah selesaipenyusunan daftar alat/bahan, daftar ini diserahkan oleh penanggung jawab laboratorium kepada kepala sekolah.
4.      Kondisi ruangan
Terciptanya kondisi ruangan  yang nyaman, bersih serta bebas polusi demi menjaga kesehatan serta suasana yang menenangkan.Untuk memenuhi sertamenciptakan kondisi ruangan yang nyaman, bersih serta bebas polusi diharapkan adanya kerjasama yang baik antara siswa, guru, dan laboran dalam penggunaan ruang baik itu untuk kegiatan lainnya.Diperlukannya petugas khusus di bidang kebersihan.

1.2  Pengembangan
1.      Pembangunan Ruangan
Ruangan laboratorium yang memadai sangat mempengaruhi kegiatan pratikum. Memadai yang dimaksud disini adalah ruangan labor yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh mentri pendidikan.
2.      Penataan alat dan bahan
Penataan alat dan bahan praktik IPA sangat bergantung kepada fasilitas yang ada di laboratorium dan kepentingan pemakai laboratorium. Fasilitas yang dimaksud dalam hal ini adalah adanya ruang penyimpanan khusus (gudang), ruang persiapan, dantempat-tempat penyimpanan seperti lemari, kabinet, dan rak-rak.
Untuk menata alat dan bahan praktik IPA ada beberapa hal yang perlu dikerjakan terlebih dahulu, yaitu pekerjaan sebagai berikut :
·         Membersihkan ruang laboratorium beserta tempat-tempat penyimpanan alat dan bahan yang tersedia, misalnya lemari, laci, dan rak.
·         Mendata dan memeriksa alat dan bahan dalam hal macamnya, jumlahnya, sifat fisiknya, harganya, dan sebagainya.
·         Mengelompokkan alat dan bahan sesuai dengan kelompok mata pelajaran (fisika, kimia, dan biologi) atau sesuai dengan katalog yang dirujuk.
3.      Pengadministrasian alat dan bahan
Untuk memudahkan pengecekan, penggunaan, pemeliharaan, pengadaan, dan terutama pertanggungjawaban, semua fasilitas dan alat-alat/bahan di laboratorium harus diadministrasikan. Pengertian pengadministrasian disini adalah pencatatan nama alat/bahan, jumlahnya, ukurannya, mereknya, nomor kodenya, dan tempat penyimpanannya. Untuk keperluan pencatatan alat dan bahan laboratorium ini diperlukan format atau buku perangkat administrasi yang meliputi :
a)      Buku inventaris
b)      Kartu stok
c)      Kartu permintaan/peminjaman alat/bahan
d)     Buku catatan harian
e)      Kartu alat/bahan yang rusak
f)       Kartu reparasi
g)      Format label
Buku lainnya yang dapat melengkapi perangkat administrasi di atas antara lain:
a)      Daftar alat dan bahan sesuai dengan LKS
b)      Program semester kegiatan laboratorium
c)      Jadwal kegiatan laboratorium
4.      Personalia
Orang-orang atau petugas yang terlibat langsung dalam organisasi laboratorium IPA adalah sebagai berikut:
a.       Kepala Sekolah
Tugas Kepala Sekolah :
·           Memberi tugas kepada penangung jawab teknis laboratorium IPA, penanggung jawab mata pelajaran (fisika, kimia, dan biologi), dan laboran.
·           Memberikan bimbingan, motivasi, pemantauan, dan evaluasi kepada petugas-petugas laboratorium IPA.
·           Memberikan motivasi kepada guru-guru IPA dalam hal kegiatan laboratorium IPA.
·           Menyediakan dana keperluan operasional laboratorium.
b.      Penanggung Jawab Teknis Laboratorium
Tugas Penanggung jawab teknis laboratorium :
·         Bertanggung jawab atas kelengkapan administrasi laboratorium
·         Bertanggung jawab atas kelancaran kegiatan laboratorium IPA
·         Mengusulkan kepada kepala sekolah tentang pengadaan alat/bahan laboratorium
·         Bertanggung jawab tentang kebersihan, penyimpanan, perawatan, dan perbaikan alat.
c.       Koordinator laboratorium
Tugas koordinator laboratorium :
·           Mengkoordinasikan guru mata pelajaran (fisika, kimia, biologi)
·           Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium
·           Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium
·           Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium
·           Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium
·           Inventarisasi dan pengadministrasian peminjaman alat-alat laboratorium
·           Menyusun laporan pelaksanaan kegiaan laboratorium.
d.      Laboran
Tugas laboran adalah :
·         Mengerjakan administrasi laboratorium IPA
·         Mempersiapkan dan menyiapkan alat/bahan yang digunakan dalam praktek belajar mengajar (PBM)
·         Bertanggung jawab atas keberhasilan alat dan ruang laboratorium beserta perlengkapannya.

No comments:

Post a Comment