Nama : NANYA APRILLIA
NIM : A1C317066
Kelas : FISIKA REG B 2017
MK : PENGELOLAAN PENDIDIKAN
Agar efektifitas pemanfaatan alat peraga laboratorium dapat dicapai, maka diperlukan syarat
pengetahuan dan keterampilan penggunaan peralatan yang meliputi :
b.
Pengetahuan tentang pengoperasian peralatan.
c.
Pengetahuan tentang kondisi peralatan.
d.
Pengetahuan tentang target dan sasaran pengamatan dan atau pengukuran
dengan
peralatan tersebut.
e.
Pengetahuan metoda, waktu dan teknik pengamatan dan atau pengukuran
dengan
peralatan tersebut.
Pengetahuan dan keterampilan penggunaan peralatan ternyata
memegang peranan penting dalam perawatan peralatan agar peralatan berfungsi
dengan baik dan kerusakan dapat dihindarkan sejauh mungkin.
Macam-macam Peralatan laboratorium
Secara garis besar peralatan
laboratorium dapat dikategorikan menjadi
4 (empat) bagian, yaitu :
1.
Peralatan elektronika.
2.
Peralatan yang terbuat dari bahan baku logam.
3. Peralatan
yang terbuat dari bahan baku gelas.
4. Peralatan
yang terbuat dari bahan baku karet/plastik.
Peralatan elektronika adalah peralatan yang mempergunakan
sumber daya listrik, misalnya : Kit Listrik (catu daya, meter dasar, multi
meter, audio generator, osiloskop, pembangkit getaran)
Bahan baku logam yang biasa dipakai untuk membuat peralatan,
di antaranya nikel, tembaga, besi, seng dan logam campuran lainnya. Peralatan
yang terbuat dari bahan baku logam misalnya : Kit Mekanik (micrometer sekrup,
jangka sorong, pegas spiral, neraca pegas), Kit Listrik dan Magnet (papan
rangkaian), Mikroskop.
Bahan gelas yang biasa dipakai untuk membuat peralatan, di
antaranya : pyrex dan fiber glass. Peralatan yang terbuat dari bahan baku
gelas, di antaranya : Kit Optika (lensa, balok kaca, prisma, cermin), Kit Kimia
(tabung reaksi, pipet, buret), Kit Gelombang dan temodinamika (gelas kimia,
thermometer, batang gelas), cermin pada mikroskop.
Peralatan yang terbuat dari bahan baku karet/plastik, di
antaranya : pemukul garpu tala, sarung tangan dan mistar.
Perawatan peralatan elektronika
Peralatan
elektronika memiliki sifat-sifat :
1.
Sensitif
terhadap goncangan.
2.
Sensitif
terhadap medan magnet.
3.
Tidak
tahan terhadap suhu di atas 250 C.
4.
Tidak
tahan terhadap terhadap udara lembab.
5.
Tidak
tahan terhadap kotoran dan debu.
Berdasarkan sifat-sifatnya itu, maka peralatan elektronika
perlu dihindari dari guncangan dan medan magnetik agar sensitifitas peralatan
dapat terjaga. Selain itu, hendaknya penggunaan peralatan elektronika berada
dalam ruangan yang bertemperatur antara 180 C – 250 C.
Setelah penggunaan peralatan elektronika, peralatan
hendaknya dibersihkan dari kotoran dan debu kemudian disimpan di ruangan yang
kering.
Perawatan peralatan yang terbuat
dari bahan baku logam.
Peralatan yang terbuat dari bahan
baku logam mudah mengalami karatan. Untuk menghindari terjadinya karatan itu
maka peralatan harus disimpan di tempat yang bertemperatur tinggi (± 370
C) dan lingkungan kering. Jika perlu gunakan bahan silicon sebagai penyerap
air.
Sebelum disimpan peralatan harus
bebas dari kotoran, debu ataupun air yang melekat kemudian diolesi dengan
minyak olie, minyak rem atau paraffin cair.
Perawatan peralatan yang terbuat
dari bahan baku gelas.
Bahan gelas banyak dipakai dalam laboratorium kimia dan
biologi. Ada beberapa keunggulan maupun kelemahan peralatan yang terbuat dari
bahan baku gelas, yaitu :
A.. Keunggulannya :
1.
Bahan
baku gelas tahan terhadap reaksi kimia.
2.
Bahan
baku gelas tahan terhadap perubahan temperatur yang mendadak.
3.
Bahan
baku gelas memiliki koefisien muai yang kecil.
4.
Bahan
baku gelas memiliki daya tembus cahaya yang besar.
B. Kelemahannya :
1.
Bahan
baku gelas mudah pecah terhadap tekanan mekanik.
2.
Bahan
baku gelas mudah tumbuh jamur sehingga mengganggu daya tembus cahaya.
3.
Bahan
baku gelas mudah tergores.
Untuk perawatan terhadap peralatan yang terbuat dari gelas
bukanlah perkara yang sulit akan tetapi menuntut ketekunan laboran. Dengan
memperhatikan keunggulan dan kelemahan dari bahan baku gelas, maka untuk perawatan
peralatan berbahan baku gelas harus memperhatikan :
1.
Ruang
penyimpanan peralatan harus bertemperatur antara 270 C – 370
C dan diberi tambahan lampu 25 watt.
2.
Ruang
penyimpanan diberi bahan silicon sebagai zat higroskopis.
3.
Pada
waktu memanaskan tabung reaksi hendaknya ditempatkan di atas kawat kasa. Boleh
menggunakan pemanasan secara langsung asalkan bahan gelas terbuat dari pyrex.
4.
Gelas
yang akan direbus hendaknya tidak dimasukkan langsung ke dalam air yang sedang
mendidih melainkan gelas direndam dengan air bersih dan dingin kemudian
tambahkan detergent, larutan kalium dichromat 10 gr, asam belerang 25 ml dan
aquadest 75 ml. Penggunaan detergent dapat menghilangkan lemak dan tidak
membawa efek perubahan fisik. Kadang-kadang memerlukan waktu perendaman sampai
beberapa jam, kemudian dibilas dengan air bersih. Keringkan dengan udara panas
lalu simpan di tempat yang kering.
5.
Debu,
keringat, minyak dari telapak tangan mudah menempel pada peralatan berbahan
baku gelas. Oleh karena itu setelah digunakan luangkan waktu sejenak untuk
membersihkan permukaan peralatan dengan kain lembut atau dengan kertas tissue
khusus. Gunakan alcohol, acetone, kapas, sikat halus dan pompa angina untuk
membersihkan lensa jangan sampai merusak lapisan lensa. Saat ini terdapat
cairan pembersih khusus kaca/lensa yang dapat diperoleh di optic untuk
membersihkan kaca/lensa dengan lebih sempurna. Hindarkan membersihkan
kaca/lensa dalam keadaan kering apalagi dengan menggunakan kain yang berseray kasar karena hal itu dapat
menimbulkan goresan pada kaca/lensa.
6.
Letakkan
peralatan berbahan baku gelas di tempat ketika tidak digunakan. Meletakkan
peralatan tidak di tempatnya beresiko merusak kondisi alat karena mungkin saja
peralatan tersebut tertindih atau tertekan yang mengakibatkan terjadinya
perubahan fisik permanent.
Perawatan peralatan yang terbuat
dari bahan baku karet/plastik.
Peralatan berbahan baku karet bersifat elastis dan tidak tahan terhadap
panas karena dapat menggangu elastisitas karet.
Sarung tangan dari karet mudah sekali meleleh atau lengket
apabila disimpan terlalu lama. Untuk menghindari kerusakan pada peralatan
berbahan baku karet/plastik, hendaknya peralatan dibersihkan dari berbagai
kotoran dengan menggunakan detergent kemudian dikeringkan (sangat baik jika menggunakan
hembusan udara panas). Setelah itu ditaburi talk (bedak) pada seluruh permukaan
karet dan disimpan dengan menggunakan tablet formalin
MEMBERSIHKAN
PERALATAN LABORATORIUM
Kebersihan
peralatan laboratorium, baik yang berupa peralatan gelas atau non gelas seperti
bejana polyethylene, polypropylene dan teflon, merupakan bagian yang sangat
mendasar dalam kegiatan laboratorium dan merupakan elemen penting dalam program
jaminan mutu.
Perhatian
kepada kebersihan barang-barang tersebut harus ditingkatkan dan harus
proporsional dengan tingkat kepentingan pengujian, akurasi pengukuran yang
diperlukan dan menurunnya konsentrasi analit yang akan ditentukan.
Setiap
laboratorium harus menetapkan prosedur yang memadai untuk membersihkan
peralatan gelas dan non gelas yang digunakan dalam berbagai macam pengujian.
Apabila metodologi pengujian tertentu mensyaratkan prosedur membersihkan secara
spesifik, maka prosedur tersebut harus diikuti.
Cara Membersihkan Peralatan Laboratorium Secara Umum
Proses
membersihkan harus dilakukan segera setelah peralatan digunakan.
Cara
Membersihkan Timbangan
Kebersihan
timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan, bagian dan menimbang harus
dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain halus atau kertas (tissue) dan
membersihkan timbangan secara keseluruhan timbangan harus 392 dimatikan,
kemudian piringan (pan) timbangan dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat
dibersihkan dengan menggunakan pembersih seperti deterjen yang lunak, campurkan
air dan etanol/alkohol. Sesudah dibersihkan timbangan dihidupkan dan setelah
dipanaskan, cek kembali dengan menggunakan anak timbangan.
Cara Membersihkan dan Merawat Penangas Air (Water Bath)
Thermostat
Perawatan
secara reguler oleh Jasa Layanan pelanggan tidak diperlukan. Pembersihan yang
dibutuhkan pada perawatan (seperti membersihkan sudu-sudu / baling-baling roda
yang berputar) dilakukan oleh Operator laboratorium sesuai dengan petunjuk
pabrik.
Media pemanas dan Alat
Media
pemanas (misal air) harus dapat diganti dalam kasus bila terlihat adanya
kontaminasi ( seperti partikel-partikel, kontaminasi dari reagen). Permukaan
alat harus dibersihkan dengan menggunakan pembersih (sabun/ deterjen yang biasa
digunakan). Kontaminasi lebih kuat ( adanya deposit kapur), dapat dihilangkan
dengan pembersih yang khusus/cocok (misal asam asetat encer).
embuang
bahan berbahaya dan pembersihan bahan korosif sebelum peralatan tersebut
dibersihkan. Peralatan cuci manual atau otomatis harus menggunakan deterjen
yang sesuai dengan kegunaannya.
Residu
organik memerlukan perlakuan dengan larutan pembersih asam kromat. Peralatan
harus dikeringkan dan disimpan dalam kondisi yang tidak memungkinkan terjadinya
kontaminasi oleh debu atau bahan lain.
No comments:
Post a Comment