Nama : Nanya Aprillia
Kelas : R001MIPA
Prodi : Pendidikan Fisika
MK : Folosofi Pendidikan Indonesia
Pendidikan di Indonesia telah mengalamai perkembangan dari masa ke masa, mulai dari masa penjajahan kolonial Belanda hingga saat ini. Fakta sejarah menunjukkan bahwa padamasa kolonial Belanda banyak terdapat hal-hal menarik mengenai pendidikan diantaranya pendidikan sudah ada pada zaman kolonial danmengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Pendidikan pada zaman kolonial menjadi langkah awal menuju kesadaran nasional akan pentingnya pendidikan. Namun, pendidikan pada masa sebelum kemerdekaan dengan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengenyam pendidikan.
Pada tahun 1854 beberapa Bupati menginisiasi pendirian sekolah kabupaten yang mana hanya mendidik calon pegawai dan lahirlah Sekolah Bumiputera. Yang artinya pendidikan pada saat itu hanya bertujuan untuk mendidik rakyat agar menjadi pekerja dan untuk membantu perusahaan-perusahaan demi keuntungan bangsa Belanda. Rakyat diajarkan hanya untuk membaca, menulis, dan menghitung seperlunya saja.
Pada awal abad ke-20 sebagai akibat adanya gerakan kebangkitan nasional terjadilah perubahan pengajaran dengan memasukkan unsur kebudayaan bangsa dan unsur keagamaan kedalam sekolah-sekolah. Contohnya seperti sekolah Islam. Meskipun corak pernak pernik kolonial masih terasa di dalam pendidikan pada masa itu.
Lalu pada tahun 1920, timbulah cita-cita baru yang menghendaki perubahan radikal dalam pendidikan dan pengajaran. Cita-cita baru yang seakan-akan merupakan gabungan kesadaran kultural dan kebangkitan politik. Keinginan untuk merdekanya nusa dan bangsa sebagai jaminan kemerdekaan dan kebebasan kebudayaan bangsa, yang menjadi pokok sistem pendidikan dan pengajaran.
Sehingga pada tahun 1922 terciptalah Tamansiswa di Yogyakarta yang menjadi sebuah gerbang kemerdekaan dan kebebasan kebudayaan banga . Tamansiswa hadir sebagai jiwa rakyat untuk merdeka dan bebas. Dari sini kita bisa melihat bahwa saat itu terdapat keinginan bangkit dari keterbatasan dalam pendidikan, dan keinginan adanya merdeka dalam belajar. Pendidikan yang memerdekakan sudah ada sejak zaman dahulu seusai dengan konsep Ki Hajar Dewantara. Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah daya upayauntuk memajukan budi pekerti, kekuatan batin, pikiran, intelektualitas, dan jasmani anak-anak. Maksudnya adalah supaya kita dapat memajukan kesempurnaan hidup, yakni kehidupaan anak-anak yang selaras dengan alam dan masyrakatnya.
Kemerdaakaan bangsa tidak cukup hanya berupa kemerdekaan politik, tetapi harus berarti pula kesanggupan dan kemampuan untuk mewujudkan kemerdekaan kebudayaan bangsa. Pendidikan bukan hanya berupa mengembengkan diri dari yang tidak bisa menjadi bisa atau dari yang tida memiliki ilmu menjadi berilmu. Akan tetapi juga harus mengedepankan budi pekerti dan adab serta kemanusiaan yang berbudi luhur.

No comments:
Post a Comment